-->

Biodata Richard Branson Si Founder dan Pemilik Virgin Group

Richard Branson adalah seorang pengusaha sukses asal Inggris yang dikenal telah mendirikan 360 perusahaan di bawah naungan Virgin Group.

Foto Biografi dan Biodata Richard Branson Si Founder dan Pemilik Virgin Group - www.heru.my.id

 

Richard Charles Nicholas Branson merupakan nama lengkap pria kelahiran Blackheath, London, Inggris pada 18 Juli 1950. 

Seperti diketahui Richard lahir dari pasangan barista dan pramugari, yaitu Edward James Branson, dan Eve Branson.

Salah satu fakta menarik dari Richard Branson, dirinya peratam kalai membangun bisnis pertama kali saat berusia 16 tahun. Kala itu, dirinya merilis sebuah majalah bernama Student.

Tercatat pada tahun 2020, total kekayaan pria berumur 70 tahun tersebut mencapai 4,3 miliar USD.

Nama besar Sir Richard Branson memang dikenal karena kemampuan berbisnisnya pada berbagai bidang.

Baca: Biodata Mukesh Ambani Si Pemilik Reliance Industries (Orang Terkaya di India)


Masa Kanak-Kanak Richard Branson

Sebagai anak laki-laki dari keluarga sederhana yang memiliki dua orang adik perempuan.

Richard harus berjuang dari gangguan perkembangan membaca dan menulis (disleksia) yang membuatnya mengalami masa-masa sulit ketika menempuh pendidikan.

Sebab di usianya yang baru 13 tahun, ia hampir saja tidak lulus ketika menempuh pendidikan di Scaitcliffe School.

Setelah itu Richard melanjutkan pendidikan di Stowe School di Buckinghamshire, tetapi ia harus drop-out dari sekolahnya itu pada usianya yang ke16.

Perjalanan Karir Richard Branson

Meski drop-out dari sekolah, tetapi itu tidak menyurutkan langkah untuk memulai karir bisnisnya di tahun 1967.

Bisnis pertama yang dijalaninya adalah majalah. Majalah yang diberi nama ”Student” itu diharapkan menjadi suara bagi aktivis muda pada masa itu.

Majalah ”Student” memuat cerita dan interview dari tokoh ternama pada masa itu. Namun, sebenarnya majalah tersebut tidak pernah menghasilkan keuntungan.

Walaupun Richard gagal meraup untung dari bisnis majalahnya, tetapi ia masih belum menyerah untuk menjalankan bisnis.

Hal ini terjadi ketika ia memiliki gagasan untuk menjual hasil rekaman melalui pos dengan harga diskon.

Dari sini Richard memutuskan untuk membuat iklan di majalah ”Student”.

Bisnis penjualan hasil rekaman dengan harga diskon pada akhirnya jauh melebihi kesuksesan penjualan majalah.

Menyadari keuntungan yang besar dari pasar ini, maka di tahun 1971 Richard memutuskan untuk menyewa sebuah toko kosong di atas sebuah toko sepatu.

Selanjutnya toko tersebut dipasang beberapa rak dan merekrut mahasiswi sebagi karyawan untuk menjual toko kaset diskon di Inggris.

Toko kaset diskon ini kemudian dijuluki sebagai “Virgin”.

Toko kaset diskon ini juga tidak berjalan mulus sebab karena masalah kekurangan dana, ia akhirnya membuat skema untuk menghindari pembayar pajak penjualan kepada pemerintah Inggris.

Richard pun belajar dari masalah pajak penjualan kaset tersebut, dan mengubah arah berbisnis agar tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis semata tetapi juga taat pada peraturan pemerintah setempat.

Perusahaan Virgin Record

Perjalan bisnis Richard berlanjut di tahun 1973 dengan membuka perusahaan rekaman “Virgin Record” dan membuat debut Mike Oldfield di album “Tubular Bells” menjadi hits instrumental di seluruh dunia.

Nama perusahaan rekaman ini semakin besar di tahun 1977, setelah menandatangi kerjasama dengan Sex Pistols.

Selain itu “Virgin Record” bisa dibilang sebagai label rekaman independen terbesar di dunia karena memiliki bintang-bintang besar, seperti Rolling Stones, Peter Gabriel, UB40, Steve Winwood dan Paula Abdul.

Di tahun 1983, kerjaan bisnis Richard sudah mencakup lebih dari 50 perusahaan di berbagai bidang.

Mulai dari pembuatan film hingga pendingin udara dengan total keuntungan dari semua perusahaan mencapai US $17 juta.

Tetapi menurut Richard, uang bukanlah motivasi utamanya untuk memiliki bisnis diberbagai bidang.

Melainkan motivasi memperluas usaha baru adalah agar ia bisa menikmati tantangan dengan mencoba melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain.

Benar saja di tahun 1984, Richard memulai menjalankan tantangan terbesar dalam kehidupannya, yaitu Virgin Atlantic Airlines.

Rekan-rekan sejawat Richard mengira ide bisnisnya itu gila karena ada maskapai penerbangan sebesar British Airways.

Namun, menurutnya British Airways tidak lagi responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Richard Branson yakin dengan mulai sebuah maskapai penerbangan dengan biaya perjalanan terjangkau dan pengalaman terbang yang menyenangkan, ia dapat mengalahkan pemain utama.

Perusahaan Virgin Atlantic

Respon masyarakat di awal kemunculan Virgin Atlantic Airlines sangatlah positif, bagaimana tidak maskapai ini dikenal karena pelayanan dan fasilitas mewahnya.

Namun, semua tidak berjalan mulus sebab di awal 90an ekonomi bergolak dan harga bahan bakar naik dua kali lipat bahkan rivalnya.

Rival tersebut tak lain yakni British Airways membuat kampanye tersembunyi untuk menyingkirkan Richard dari bisnis ini.

Di tahun 1992, Virgin Atlantic mengalami masalah keuangan, dan bankir pun memaksa Richard untuk menjual “Virgin Records” ke Thorn-EMI agar maskapai tetap bisa mengudara.

Meski mendapat uang sekitar US $1 miliar untuk melunasi bank dan Virgin Atlantic tetap mengudara, tetapi hati Richard hancur karena dipaksa menjual perusahaan musik yang dicintainya.

Sejak saat itu ia bersumpah untuk tidak lagi berada diposisi yang mengharapkan belas kasihan dari dana pinjaman bank.

Semejak saat itu, ia mengembangkan pendekatan bisnis baru yang disebutnya sebagai “branded venture capital”.

Daftara Perusahaan Milik Richard Branson

Hasil dari strategi baru ini membawa Richard menjadi pemilik atau pemegang kepentingan di lebih dari 200 perusahaan yang berbeda.

Termasuk dua perusahaan maskapai penerbangan dan beberapa pada list berikut :

Virgin Interactive Entertainment

Virgin Studios

Virgin Radio

Virgin Vodka

Virgin Cola

Virgin Hotels

Virgin Bridal

Virgin Clubs

Virgin Publishing

Virgin Net

the Virgin Megastore chain

V2 (perusahaan rekaman global)

Jaringan perencanaan keuangan

Agensi Model

Perusahaan Asuransi Jiwa

dan Perusahaan Kereta Cepat di Eropa, Eurostar.

Namun, Richard tidak berhenti sampai disitu sebab di tahun 2004, ia membentuk Virgin Galactic.

Virgin Galactic merupakan sebuah perusahaan pariwisata luar angkasa yang menawarkan penerbangan komersial suborbit.

Bahkan setelah pengumannya yang dilakukannya terhitung sejak April 2013 sudah lebih dari 500 orang membeli tiket perjalanan Virgin Galactic.

Sisi Lain dari Richard Branson

Selain karir bisnisnya yang cemerlang sebenarnya Richard memiliki sisi lain yang sangat menarik karena ia memiliki ketertarikan pada misi kemanusiaan dan olahraga ekstrem.

Berbicara tentang olahraga ekstrem, ternyata Richard hobi bermain kitesurfing, yaitu olahraga air yang mengombinasikan berselancar dengan parasuting.

Namun yang membuatnya menjadi kontroversi karena ia pernah melakukan kitesurfing bersama seorang model tanpa busana yang digendongnya dipunggung.

Bahkan pada Mei 2013, Richard pernah menjadi pramugari di maskapai perbangannya sendiri lengkap dengan seragam dan makeup.

Mulai dari rute penerbangan Perth, Australia ke Kuala Lumpur hingga Malaysia. Hal ini ia lakukan karena ia kalah taruhan dari bos Air Asia, Tony Fernandes ketika laga F1.

Kehidupan Pribadi Richard Branson

Pada 22 Juli 1972 Richard Branson menikahi seorang wanita bernama Kristen Tomassi. Sayang pernikahan tersebut harus berakhir pada 1979.

Meski pernikahan pertamanya berakhir, Richard akhirnya menemukan cinta sejatinya, Joan Templeman. Pertemuan kedua terjadi ketika mereka bertemu di kantor Virgin Records.

Setelah Richard Branson dan Joan Templeman berkencan selama 11 tahun, akhirnya keduanya menikah pada 20 Desember 1989.

Sebelum resmi menikah kedua sudah memiliki 3 orang anak, yaitu Holly, Sam dan Clare Sarah.

Namun, Clare Sarah meninggal di tahun 1979 ketika masih berusia berusia empat hari.

BacaBiografi Singkat Pangeran Diponegoro dan Raja Haji Fisabilillah


Editor: Heru Setianto

Image Editing: Heru Setianto 

Source: Net