Biodata Egianus Kogoya Si Pemimpin KKB OPM Otak Pembantaian di Papua

Biodata Egianus Kogoya Si Pemimpin KKB OPM Otak Pembantaian di Papua

Egianus Kogoya adalah seorang pemimpin dari sebuah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari organisasi teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM). Nama Egianus Kogoya mulai dikenal publik setelah diduga menjadi sosok orang yang bertanggung jawab atas puluhan korban insiden penembakan pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun Jembatan Kalik Aorak dan Jembatan Kali Yigi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua di awal bulan Desember 2018.


Biodata Egianus Kogoya Si Pemimpin KKB OPM Otak Pembantaian di Papua
Biografi Egianus Kogoya Si Pemimpin KKB OPM Otak Pembantaian di Papua/ Foto Ilustrasi: Dokumentasi Mabes Polri/ akcdn [dot] detik [dot] net [dot] id
Menurut Sidney Jones, seorang pengamat terorisme menyatakan bahwa kelompok bersenjata Egianus Kogoya sendiri adalah sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik. Seperti yang diketahui Kelly Kwalik merupakan komandan dari sayap militer OPM, yang telah tewas saat dilakukan penyergapan oleh kestuan kepolisian pada tahun 2009 silam. Sementara Egianus Kogoya bersama dengan anak buahnya sendiri dikenal sebagai kelompok yang mayoritas masih berusia muda dan lebih militan.

Baca Juga: Biodata Benny Wenda Si Pemimpin OPM Hidup Mewah di Inggris

                   Profil Kevin Liliana Si Muslim Peraih Beasiswa S2 Juara Miss International
                   Biografi Vanessa Ponce Si Aktivis HAM Juara Miss World 2018

Dimana Sidney Jones juga menambhkan bahwa OPM bisanya terdiri dari beberapa faksi, dan khususnya di Kabupaten Nduga terdapat satu faksi yang masih berkuasa. Dimana kelompok tersebut tak lain adalah bekas dari sempalan dari Kelly Kwalik. Sementara menurut pengamatannya, pihak pemerintah terutama Polri dan TNI agar dapat menangkap kelompok Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup agar bisa digali informasi. Selain itu diharpakan tidak ada korban dari penembakan warga sipil.

Menurut  Muhammad Aidi, selaku Kapendam XVII Cendrawasih menyatakan bahwa kelompok Egianus Kogoya sendiri berjumlah sekitar 50 orang dan masing-masing mempunyai sebuah senjata yang lengkap. Dimana kejadian penembakan tersebut diduga akibat dari terdesaknya kelompok OPM di Kabupaten Nduga, atas kebijakan pemerintah Indonesia yang tengah membangun jalan Trans Papua. Hal tersebutlah yang membuat para kelompok OPM merasa terncama, akibat akses yang sebelumnya terisolasi menjadi terbuka.

Berikut Daftar kasus kriminal pimpinan Egianus Kogoya, menurut catatan Kepolisian hingga akhir tahun 2018 ini:
1. Pada 25 Juni 2018, penembakan pesawat Twin Otter Trigana Air di Bandara Kenyam yang disewa oleh pasukan Brimob Polri dalam rangka pengamankan pilkada.
2. Pada Oktober 2018, penyekap 16 guru di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis di Puskesmas Mapenduma, Kabupaten Nduga.
3. Pada Desember 2017, penyerangan pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi, pekerja bernama Yovicko Sondakh meninggal dunia.
4. Pada 1-2 Desember 2018, penembakan sekitar 30 lebih pekerja PT Istaka Karya di jalan Trans Papua. 

Menurut Tito Karnavian, selaku Kapolri Jenderal menyatkan bahwa jumlah kelompok pimpinan Egianus Kogoya berjumlah sekitar 30 sampai 50 orang. Sementara senjata yang kelompok tersebut miliki sekitar 20 pucuk senjata. Bahkan sebelumnya kelompok bersenjata tersebut sempat memeras masyarakat sipil dan pemerintah daerah Papua, hingga akhirnya mereka berpindah ke sekitar Kabupaten Nduga.

Pasca penembakan dan pembunuhan keji kepada para pekerja PT Istaka Karya di jalan Trans Papua yang Tito menilai sebagai Pahlawan Pembangunan Papua. Pihaknya sangat yakin bahwa gabungan pengmanan antara personel TNI-Polri yang akan diturunkan dalam jumlah besar mampu membekukan KKB. Sebelumnya banyak media dalam negeri memberitakan bahwa insiden penembakan atas pekerja PT Istaka Karya diduga disebabkan oleh seorang pekerja yang mengambil sebuah foto kegiatan HUT Kemerdekaan Papua.


Editor: Heru Setianto
Source: cnn indonesia tv, trans tv 
Source Image: Dok.Mabes Polri, akcdn [dot] detik [dot] net [dot] id

Baca:

Buka Komentar