Skip to main content

Biodata Aydin Anwar Si Aktivis Berhijab Pembela Muslim Uighur di China

Aydin Anwar adalah seorang aktivis yang juga wanita lulusan Duke University di Durham, New York telah menyuarakan hak Muslim Uighur sejak masih bellia. Wanita berhijab yang saat ini tinggal di Amerika Serikat, dikenal sebagai aktivis ayang aktif menyuarakan atas permasalahan atas diskriminasi Muslim etnis Uighur di Xinjiang oleh pemerintahan China. Aydin Anwar  sendiri mengharapakan agar ada kesadaran dari berbagai negara di dunia atas apa yang telah menimpa muslim Uighur.
Biodata Aydin Anwar Si Aktivis Berhijab Pembela Muslim Uighur di China
Biografi Aydin Anwar Si Aktivis Berhijab Pembela Muslim Uighur di China/ Foto Ilustrasi: twitter.com/aydinanwar_

Menurut Aydin Anwar didepan media, banyak media di dunia yang lebih tak mau mengungkit ataupun mengkrtik demi menjaga hubungan baik dengan pemerintah China. Hal tersebutllah yang membuat diri menjadi seorang aktivis, dengan menyerukan baik melalui via video ataupun melalui gerakan sosial. Sebelumnya Aydin Anwar bersama sang ayah Anwar Yusuf Turani, ikut turun kejalan untuk melakukan demonstrasi atas ketidak adilan yang diterima Muslim Uighur di depan kantor kedutaan besar China di Amerika Serikat. 

Baca Juga: Profil Eryck Amaral Si Bule Asal Brazil Pasangan Aura Kasih?
                   Honda BeAT Jadi Motor Matic Terlaris di Indonesia, Tahun 2019?

Dan rasa kepeduliaan atas menimpa saudara muslim  di Xinjiang, masih tumbuh hingga ia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ternama di Duke University. Aydin Anwar sendiri telah menulis sebuah jurnal ilmiah berjudul  “A Brewing Genocide in Occupied East Turkestan” yang rilis pada Bulan October 2018 di American Journal of Islamic Social Sciences dan “Why aren’t Uyghur Muslims in China allowed to go to Hajj?” di TRTWorld pada Bulan August 2017. Kedua juranla publikasi karya Aydin Anwar sendiri, sebagai bentuk kepedulian akan nasib saudara muslim Uighur dalam segi literatur. 

Biodata Aydin Anwar Si Aktivis Berhijab Pembela Muslim Uighur di China
Nama Lengkap: Aydin Anwar
Tempat Tanggal Lahir: -
Tempat Tinggal: Durham, North Carolina
Kewarganegaraan: -
Agama: Islam
Pendidikan: International Comparative Studies and Global Health at Duke University
Profesi: Ativis
Akun Twitter: https://twitter.com/aydinanwar_
Akun inekdin: https://www.linkedin.com/in/aydin-anwar-54365a152
Akun Instagram: -
Bahasa: English, Uyghur, Turkish, Spanish, Uzbek
Projects: 
- Uyghur Archive (September 2017 – Saat ini)
- #SaveUyghurStudents GoFundMe Campaign (Juli 2017 – Augustus 2017)
- East Turkestan Awareness Conference (Juli 2015 – Juli 2015)
Prestasi dan Penghargaan:
- Dean's List with Distinction dari Duke University (Mei 2016)
- Kenan Summer Fellow dari Kenan Institute for Ethics (Mei 2016)

Dan bentuk kepedulaian lain dari Aydin Anwar yaitu sampai berkunjung ke negara Turki untuk mewawancarai etnis Uighur yang berstatus sebagai pengungsi. Salah satu bentuk nyata perjuangan yang dilakukan oleh Aydin Anwar, yakni seperti melakukan penggalangan dana melalui GoFundMe. Tujuan dari program tersebut yaitu untuk mendistribusikan makanan serta beberapa dukungan lain untuk muslim Uighur. Seperti yang diketahui kalau itu para muslim Uighur tengah mengungsi dan ada yang menjadi tahanan di Mesir. 

Menurut sejarah sekitar abad ke-20 silam, etnis Uighur sendiri sempat mendeklarasikan diri sebagai negara kesatuan yang diberi nama “East Turkestan”. Namun pada tahun 1949 lalu, pihak pemerintahan China mengakui wilayah tersebut sebagai daerah kekuasaan penuh. Hingga akhirnya wilayah yang dihuni oleh etnis Uighur di Xinjiang menjadi sebuah kawasan otonomi. Seperti yang diketahui, wilayah tersebut saat ini dihuni oleh warga muslim.

Aydin Anwar sempat membuat hebioh media, pasalnya ia menayangkan sebuah video di Now This News. Diaman dalam video tersebut Aydin Anwar mengungkapan fakta diskriminasi pemerintah China kepada muslim Uighur. Diamana pada beberapa tahun terakhir ini pihak pemerintah China, mengelurakan sebuah kebijakan di kawasan otonomi Xinjiang. Dimana para muslim etnis Uighur dilarang untuk melakukan kegiatan ibadah, bahkan untuk mengucapkan kata Tuhan saja tak diijinkan.

Hal tersebut yang membuat muslim Uighur ering mengalami perlakuan yang tak adil, mulai dari dihukum masuk penjara sampai menjalani kerja paksa di tempat camp. Sebagian tahan yang ditempatkan di camp adalah warga yang masih melakukan kegiatan keagamaan hingga berhubungan dengan saudara di luar negeri atas kondisinya. Menurut kesaksian yang didapatkan dari video yang ditayangkan oleh Aydin Anwar, sekitara ribuan orang telah diatahan dan dimasukan ke penjara oleh pemerintah China.


Editor: Heru Setianto
Source: kenan[dot]ethics[dot]duke[dot]edu/people/aydin-anwar/
Source Image: twitte[dot].com/aydinanwar_
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar yang sesuai dengan topik postingan. Terima Kasih.
Buka Komentar
Tutup Komentar