Biodata Aldila Sutjiadi Si Ratu Tenis Indonesia Peraih Emas di Asian Games 2018

Biodata Aldila Sutjiadi Si Ratu Tenis Indonesia Peraih Emas di Asian Games 2018

Aldila Sutjiadi adalah seorang petenis wanita profesional asal Indonesia, wanita kelahiran Jakarta memulai debut sebagai pemain junior sejak tahun 2008. Dila merupakan panggilan akrabnya mulai dkenal luas publik internasiona, saat ia sukses meraih medali emas di Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat 24 Agustus 2018.
Biodata Aldila Sutjiadi Si Ratu Tenis Indonesi Cantik Peraih Emas di Asian Games 2018
Biografi Aldila Sutjiadi Si Ratu Tenis IndonesiaCantik Peraih Emas di Asian Games 2018/ Foto Ilustrasi: instagram.com/dila11/
Aldila Sutjiadi merupakan lulusan dari University of Kentucky, Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu. Dila sendiri sejak 2015 lalu, sering dipercaya sebagai wakil dari tim nasional tenis putri. Dimana selain sebagai pemain tunggal putri, petenis yang mengidolakan Roger Federer dan Maria Sharapova sering dipasangkan dengan Christoper Rungkat pada ganda campuran.

Baca Juga: Profil Defia Rosmaniar Si Atlet Taekwondo Peraih Emas di Asian Games 2018

Publik tentu masih ingat akan legenda tunggal putri, yakni Yayuk Basuki yang sempat meraih ranking 19 WTA tahun1997. Kemudian nama Angelique Widjaja, petenis beprestasi yang sukses meraih juara Wimbledon Junior, Wismilak Open tahun 2001,  Asian Games 2002. Dan nama Aldila Sutjiadi menjadi salah satu yang akan melanjutkan prestasi para pendahulunya untuk mengharumkan nama bangsa. 

Biodata Aldila Sutjiadi Si Ratu Tenis Indonesia Peraih Emas di Asian Games 2018

Nama Lengkap: Aldila Sutjiadi
Tempat Lahir: Jakarta
Tanggal Lahir: 2 Mei 1995
Kebangsaan: Indonesia
Pendidikan: University of Kentucky Women's Tennis di Amerika Serikat (2017)
Profesi: Atlet Tenis
Pemain: Tangan Kanan (Double Handed Backhand)
Akun Instagram: https://www.instagram.com/dila11/?hl=id
Akun Twitter: https://twitter.com/dila_11
Akun FacebooK: https://www.facebook.com/aldila.sutjiadi
Prestasi Terbaik: Juara Pertama Mixed Doubles Asian Games (2018)

Sebelumnya di Asian Games 2018 di Palembang ia bersama Christopher Rungkat sebagai petenis ganda campuran Indonesia, sukses menkalukan pasangan petenis asal Thaiand.. Dimana pada partai final tersebut Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana harus mengakui kekalahnya dengan skor akhir, dengan skor 6-4, 5-7, 10-7.

Berkat kemengan tersebut, pasang petenis Christo dan Dila turut menyumbangkan  medali emas yang ke-10 untuk Indonesia pada Asian Games tahun 2018. Seperti yang diketahui pada laga di partai final sempat terhenti, sebab pemain Thailand, Luksika Kumkhum sempat mengalami cedera. Tepatnya cidera dikarenakan oleh pantulan bola tenis yang mengenai mata dari pemain asal Thailand tersebut.

Namun pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali, setelah Kumkhum mendapatkan perawatn dari tim medis. Hingga set ketiga berakhir, Christoper Rungkat dan Aldila Sutijadi akhirnya suskes mengalakna pasangna ganda campur negara tetang dengan skor 10-7. 

Aldila Sutjiadi sering mendapatkan julukan sebagai Ratu Tenis Indonesia, dimana ia mampu mengimbangi antara prestasi dalam tenis dengan prestasi dalam akademi. Bahkan tercatat Dila dapat lulus kuliah tepat waktu yakni empat tahun, serta lulus dengan predikat Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,92 summa cum laude. 

Dimana pada tahun 2013 lalu ketika Dila masih duduk dibangku kelas 3 SMA, ia mendapat tawaran dari pelatih berkuliah full scholarship di University of Kentucky (UK), Amerika Serikat. Dila sendiri memilih di jurusan matematika ekonomi, dimana ia sendiri mengaku lebih menyukai perhitungan seperti hitung-hitungan daripada menghapal. 

Bahkan saat masih menjadi mahasiswa, Dila sering meraih gelar juara di divisi The National Collegiate Athletic Associate (NCAA). Bahkan NCAA menobatkannya sebagai salah satu remaja paling berprestasi di Amerika Serikat dalam Elite 90.  Dila juga ikut mengantarkan tim Piala Fed Indonesia masuk jajaran Grup I zona Asia/Oceania pada ajang tahun 2019 mendatang.


Editor: Heru Setianto
Source: .itftennis.com

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

1 komentar

I love tennis, my younger sister has been playing tennis since five years, I am sure that she will become the first racket in the world

Balas

Your feedback is most welcome :)