Hai Blogger! Nama dan Foto ANG Jangan Diumbar, atau Dewan Pers dan KPI Akan..

Views:
Media heboh memberitakan misteri bocah cantik yang berinisial ANG (8) di Denpasar, Bali via media cetak, elektronik, maupun pertelevisian tanpa ada batasan. Dimana para awak media menyebutkan identitas nama dan foto korban dengan jelas tanpa blur/sensor sedikitpun. Sikap tersebut mendapat kecaman dari Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Danang Sangga, selaku Komisioner KPI yang bertugas mengawasi penyiaran di tanah air turut mengingatkan, agar para media yang memberitakan kasus pembunuhan itu. Harus tetap menjaga identias nam korban, jangan diumbar secara liar.

"Khusus berita pembunuhan anak, apalagi di bawah umur, pemberitaan tidak boleh menampilkan korban dan keluarga korban yang masih hidup. Pemberitaan tidak boleh didramatisir, tidak boleh menambahkan durasi," ujar Danang, Kamis (11/6/15), seperti yang penulis kutip dari berita di facebbok.
 

Komisioner KPI itu beralasan bahwa demi menjaga hak pihak korban yang masih dalam berduka atas kehilangan ANG yang ditemukan terkubur tak bernyawa. Danang juga mengungkapkan foto korban sebaiknya tak ditampilkan berulang-ulang, hanya untuk kepentingan pribadi saja.

"Karena kalau pemberitaan berlebih dari pihak-pihak yang tidak punya kepentingan, akan memunculkan keresahan masyarakat. Identitas korban dan keluarga pun harus dilindungi. Tidak boleh foto korban bolak-balik ditampilkan. Ibu korban yang masih hidup pun harus dilindungi identitasnya," tambah Danang ketika dihubungi wartwan.

Malah menurut Danang, dalam setiap pemberitaan seharusnya pihak keluarga korban harus di blur (sensor). Tapi kenyatanya malah sebaliknya, masih ada beberapa media yang menampilakan gambar dengan jelas.

"Ya, kalau blur, masih tidak apa-apa. Asalkan, durasi pemberitaan tidak ditambah. Kami saat ini masih proses pemeriksaan dari semua pemberitaan kasus ini. Kalau sampai ada yang melanggar penyiaran, tentu akan kena sanksi," jelasnya.


Sementara Agus Sudibyo, selaku mantan anggota Dewan Pers turut perihatin kepada beberapa media yang menyebutkan identitas lengkap dan menampilkan foto ANG tanpa disensor sedikitpun.
 

Menurut Agus, meskipun banyak sekali media yang menulis nama lengkap ANG. Namun sikap etis dalam menulis dan memberitakan korban pelecehan seksual atau kriminalitas terlebih di bawah umur, tidak perlu mengacu pada media lain.

"Ini kan sudah banyak media yang menuliskan identitas anak itu (ANG). Kalau sikap etis menurut saya kita nggak perlu lihat media lain atau ikut-ikutan untuk menulis nama lengkap berserta fotonya tanpa diblur. Harusnya, sikap etis itu merupakan sikap pribadi atau organisasi," ungkap Agus, Jumat (12/6/15), seperti yang penulis lansir dari jpnn.

Sebelumnya Agus, menyamakan kasus ANG mirip seperti kecelakaan mobil yang menimpa
putra bungsu musisi Ahmad Dhani. Pasalnya media secara jelas menyebut identitas nama lenkap serta menampilkan fotonya, sementara saati itu ia masih di bawah umur.

Maka Agus menyimpulkan bahwa tak ada kata sudah terlanjur jika media lain seperti itu. Jadi sikap etis seharusnya tanpa melihat media lain, tetapi tumbuh pribadi. Oleh karena itu, sebaiknya para awak media harus menghormati keluarga dan rekan dekat korban.



Editor: Heru Setianto
Source: Facebook

0 Response to " Hai Blogger! Nama dan Foto ANG Jangan Diumbar, atau Dewan Pers dan KPI Akan.."

Post a Comment

Sempatkan sebentar untuk berkomentar untuk saling bertukar pendapat :)