Ini Kronologi Skandal Korupsi Pejabat Elit FIFA

Views:
Setelah terjadi skandal penangakapan elit FIFA, pihak FIFA sendiri menyebut insiden tersebut tak memengaruhi pelaksanaan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di negara Rusia. Penantang Blatter satu-satunya dalam memperebutkan kursi presiden FIFA, Pangeran Ali bin Al-Hussein, mengatakan saat ini waktu yang tepat untuk mengakhiri krisis yang dialami FIFA.

”Kita tak bisa membiarkan krisis di dalam tubuh FIFA terus berlanjut. FIFA membutuhkan kepemimpinan untuk mengarahkan dan melindungi asosiasi sepak bola nasional kita,” kata Pangeran Ali. 

Kronologi penangkapan elite FIFA itu sendiri, sebenarnya dilakukan hanya beberapa jam setelah Pangeran Ali praktek gelap dalam tubuh FIFA. Calon presiden FIFA alias Pangeran Ali mengungkapkan bahwa ia ditawari
data-data terkait aliran keuangan Blatter dan dijanjikan mendapat 47 suara dalam pemilihan presiden FIFA.

Namun tim kampanye Pangeran Ali menyebutkan orang itu bukan dari tubuh FIFA, melainkan dari orang lain yang hanya sebagai pihak ketiga.


”Tujuan kami bukan untuk melakukan kampanye dengan menyebar isu tapi bertindak secara tepat terhadap pendekatan yang dilakukan pada kami terhadap apa yang terlihat sebagai aktivitas kriminal,” pernyataan tim kampanye Pangeran Ali.

“Kampanye ini tidak ingin mengacaukan investigasi kepolisian karena klaim yang dibuat oleh individual bisa dikategorikan sebagai aksi kriminal. Quest (
perusahaan swasta bidang investigasi yang bermarkas di Inggris- red) sudah merujuk masalah ini pada otoritas penegak hukum,” tambahnya.


Editor: Heru Setianto
Source:Net

0 Response to "Ini Kronologi Skandal Korupsi Pejabat Elit FIFA"

Post a Comment

Sempatkan sebentar untuk berkomentar untuk saling bertukar pendapat :)